Arsip untuk Agustus, 2007

Sowanua dan Nadaoya Manusia Pertama Penghuni Pulau Nias?

Agustus 2, 2007

Sowanua atau Bela

          Sowanua yang berarti makhluk halus yang berdiam di atas pohon-pohon raksasa lebih dikenal oleh masyarakat di Nias Selatan khususnya Telukdalam hingga kini. Di Nias Utara, tengah dan Barat menyebut makhluk halus tersebut Bela atau Ono Mbela (anak Bela). Namun Sowanua dalam pengertian penduduk asli, secara umum dipahami di seluruh pulau Nias.

          Banyak sekali catatan hitam mengenai Sowanua atau Bela dalam kaitannya dengan makhluk halus. Diceritakan bahwa mereka ini tinggal di atas pohon-pohon raksasa seperti pohon beringin (Eho, Ewo, Eo, Awöni) atau pohon Böwö. Jadi boleh di katakan bahwa di mana ada hutan lebat, di situlah habitat Sowanua atau Bela berkembang. Kebiasaan mereka untuk tinggal di atas pohon, bisa jadi ada hubungannya dengan nama-nama kampung tua seperti Tetegewo, Sisobamböwö, Hiligeho atau nama kerajaan Teteholi Ana’a.

          Masih dipercayai juga oleh masyarakat Nias dulu bahwa Sowanua atau Bela merupakan pemilik atau penguasa segala marga satwa (Sokhö utu ndru’u), misalnya: babi hutan, kijang, rusa kancil, landak, tenggiling, berbagai unggas dan lain-lain). Babi hutan merupakan babi piaraan mereka. Oleh karenanya para pemburu satwa (Sialu/si möi malu), sebelum melakukan perburuan, mereka harus minta izin dari Sowanua sebagai pemilik segala marga satwa tersebut. Kepada mereka diberi persembahan (Be’elö/fasömbata) agar mereka dapat mengizinkan para pemburu untuk mengambil atau memburu satwa piaraannya.

          Persembahan dilakukan dalam bentuk ritus dengan menyembelih seokor babi. Juga diberikan telur atau ayam, sirih dan lempengan-lempengan kuningan atau logam, pengganti emas sebagai penghormatan bagi mereka yang tinggal di atas pohon (sumange zi so ba hogu geu). Sowanua dikategorikan sebagai dewa hutan yang bertakhta di atas pohon (salawa hogu geu). Mereka juga kadang dilukiskan sebagai leluhur orang jahat (uwu gafökha).

          Juga diceritakan bahwa Sowanua berkulit putih dan mulus. Mereka cantik-cantik dan memiliki pengetahuan membuat api dari kayu (fuyu) atau dari batu api (batu alitö). Dari mereka sumber keahlian pembuatan api.

          Cerita-cerita yang lebih seram lagi mengenai Sowanua atau Bela adalah ketika perempuan tinggal seorang diri di hutan atau di kebun yang sepi, bisa saja secara tiba-tiba dan tak sadar disembunyikan atau dibawa lari oleh Sowanua. Menurut cerita, orang yang dibawa oleh Sowanua, tiba-tiba hilang kesadarannya. Ia bisa melihat dan berkomunikasi dengan Sowanua yang menculiknya, namun tidak dapat berkomunikasi dengan manusia biasa. Orang yang diculik oleh Sowanua masih bisa pulang dan kembali  menjadi manusia normal.

          (more…)

Peluang dan Potensi Perempuan Nias Sebuah Tantangan

Agustus 2, 2007

          Dalam banyak diskusi dengan beberapa teman perempuan di luar Nias maupun dari suku-suku lain di dalam dan di luar negeri (beberapa orang telah menikah) terkadang terlontar ungkapan: “Segala cara telah saya tempuh, tetapi tidak membuahkan hasil.” Ini dialami juga oleh kaum hawa di negara maju, dengan kandungan masalah yang juga tidak jauh menyimpang dari yang kita alami. Mereka menyatakannya dengan kesungguhan yang bagi orang lain mungkin belum maksimal. Kami terlibat dalam diskusi panjang lebar dengan melihat dari sisi pengalaman kami masing-masing.

          Dari diskusi itu, saya melihat relevansinya sebagai perempuan Nias yaitu bahwa kita bisa melakukan karya nyata di lingkungan sosial kita dalam bentuk apa pun bila kita memiliki:

 

Niat dan motivasi

          Hal ini mencakup keinginan kita di masa lampau, masa kini dan masa depan yang ingin diwujudkan apakah untuk jadi manejer, pegawai bank, pegawai negeri, bertani, berdagang, sekolah tinggi, menikah setelah lulus sekolah, memiliki anak, keliling dunia, dll. Inilah landasan pertama, sehingga di kemudian hari sangat ampuh menguap, karena dilakukan berdasarkan keputusan sendiri.

 

Uang

          Kita sadar bahwa banyak hal yang ingin kita lakukan karena modal uang. Memang uang bukanlah segalanya, tetapi inilah fakta keseharian bahwa uanglah yang mengatur kelancaran segala usaha. Untuk mendapat modal uang bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, yang penting sah menurut pandangan dan prinsip kita sendiri. Pada saat tertentu, ada yang goyah karena berbenturan dengan perubahan pandangan (faktor pengalaman, religius, umur dll).

        (more…)